jadilah perempuan pilihan

Berbahagialah engkau duhai para perempuan. Kalian tercipta begitu rupa, indah melebihi segala pemandangan yang ada. Ini adalah anugerah Tuhan yang harus kalian jaga, biarkan yang berhak saja yang kan tenggelam dalam berjuta pesonanya.
Duhai para perempuan. Kau adalah perhiasan terindah dunia, perhiasan dengan pemaknaan yang berbeda. Berhati-hatilah dari kesalahan persepsi yang ada. Karena bisa jadi, kalian dianggap sama selayaknya emas dan permata. Dijual, dibeli dan dipamerkan di depan berjuta pasang mata.
Duhai para perempuan. Setiap inci tubuhmu mengandung pesona. Jangan biarkan kau hamburkan di pasaran. Lalu setiap tatapan bermanja, banyak tangan menjamahnya, dan bahkan banyak bibir menciuminya. Karena yang kan tersisa, adalah keterpurukan bermahkotakan luka.
Duhai para perempuan. Jangan biarkan umpan rahwana melenakanmu. Tetaplah waspada akan tipu daya. Jangan biarkan mekar segarmu segera layu, pada musim yang tak semestinya. Ada cinta di sana yang kan menjagamu. Dan kau harus sampai padanya dengan tepat waktu. Biarkan Tuhan memapahmu, seiring ikhtiar dan keyakinanmu.
Duhai para perempuan. Untukmu yang baik lelaki baik. Percayalah itu. Maka jaga dirimu, jaga hatimu. Pasrahkan dirimu kelak pada mata yang tertunduk saat dia belum berhak. Pasrahkan pada tangan yang berusaha tak meraba sebelum waktunya. Pasrahkan pada lelaki yang bisa menjagamu, menjaga kehormatanmu dan mampu membawamu ke surga.
Duhai para perempuan. Aku sampaikan ini dengan tulus, sebagai bukti atas cintaku padamu (kaum hawa). Karena kutahu sebenarnya, banyak dari kalian yang teramat rapuh dan mudah terayu, oleh para pemain cinta.
Ini karena, masih banyak generasi harapan yang kan lahir dari rahim kalian duhai para perempuan. Dan biarkan generasi itu jauh lebih baik dari kita. Maka, tetaplah menjadi perempuan tangguh, perempuan tanpa keluh meski bermandi peluh. Perempuan yang tak mudah luluh oleh rayuan hati-hati yang keruh.

Tersenyumlah, Hati yang Remuk..

Teruntuk insan yang hatinya sedang diremukkanSapu air matamu yang mengalir derasRedam bara emosi yang bergejolak memanasEngkau tercipta bukan untuk menangisi zaman.
Ataupun menyesali duka laraUsah tenggelam dalam kubangan nestapaJika cintamu mengalami kegagalanJika ta’arufmu kandas di jalan.
Tersenyumlah…Awan hitam selalu menyimpan pelangiBegitupun Sang Penggenggam nyawaDia selalu punya rahasia dan bijaksanauntuk membuat dewasa makhluk-Nya.
Cinta suci sedang menunggumuTetapi engkau harus sabar menantikanCinta itu akan menjemputmuDi masa yang telah Dia rencanakan.
Teruntuk yang hatinya sedang diremukkanJangan berikan celah pada syaitanyang membuat semangatmu terlemahkanPerihnya duka bukanlah isyarat runtuhnya langitAtaupun robeknya kulit bumi.
Allah menempa pribadi tangguhmuDalam butiran air matamuDalam jeritan derita batinmuDalam rintihan sesaknya nafasmu.
Teruntuk yang hatinya sedang diremukkanPasang surut laut adalah kepastianTawa dan tangis adalah kewajaranTakdir-Nya menjadikan makhluk berpasangan.
Sebuah ketetapan Sang PenguasaJika engkau tak dapatkan pasangan di duniaBukan berarti Allah memberimu petakaTapi Dia sedang menyiapkan makhluk terindahYang menantimu di JannahYang kan menemani jiwamu yang resah
Tersenyumlah…Dalam kesabaran munajad panjangmuMeski tajamnya duri mencabik-cabik lukamuMeski remuk redam menyerang hatimu.

perasaan

Jika ada Perpisahan
yang membuat airmata tumpah
adalah Perpisahan karena Cinta…
Jika ada sedih yang selalu menggelayut di kelopak mata
itu adalah sedih karena Cinta
Karena Cinta pada hakikatnya
bukan untuk berpisah
tapi untuk selalu bersama
Maka ketika Ibrahim mengatakan dengan tegas
adakah Kekasih yang ingin menyakiti kekasih hatinya..
Maka Alloh pun menjawab, melalui malaikat Maut
“adakah kekasih yang tak rindu, ingin berjumpa dengan kekasih hatinya…”
Maka serentak Ibarhim pun berkata
“Segera ambil nyawaku….”!!
Iya
Cinta itu tak ingin menunggu
Cinta itu harus bertemu..
atau ketika Seorang Ustad enggan meminum Jus Mangga
setelah kematian Istrinya
alasannya
satu…
dulu meminum Jus Mangga selalu berdua dengan Istrinya
maka Istrinya kini tiada
maka Manisnya Mangga itu
terasa hambar, tanpa kehadiran Istri
Inilah Cinta
yang selalu ingin bertemu…
dalam jejak episode kehidupan kita
Alloh mungkin menyisipkan rasa Cinta ini
tapi diri sadar
menyadari logika kemanusiaan
tak mungkin bisa bertemu
seperti Sayyid Quthb
yang Tertolak Cintanya
atau Khalil Gibran
yang Sayap-sayap Jiwanya Patah
Ini adalah Realita
yang harus di terima
dan Alloh
Maha Mengerti itu semua
maka biarlah tumpah air mata ini
maka biarlah sesaat jiwa ini remuk redam
karena kita bukan malaikat
karena jiwa kita bukan besi
Jiwa kita adalah serpihan-serpihan
rasa,
cinta,
rindu,
sedih,
gairah
mengikat dalam satu kata
PERASAAN
Maka biar lah
Alloh yang Menutup episode
kisah kita
Menitip Cinta kita padanya
Cinta
Jangan Pergi….
Inginnya seperti itu
tapi jika tangan-tangan kita tak sanggup menggapainya
Janganlah putus asa