Jika dirimu memberikan aku waktu seribu tahun untuk menunggu akan aku lakukan walapun aku tau kalau menunggu itu sangat membosankan.
jika dirimu menyuruhku untuk mengihlaskanmu demi kebahagianmu akan kulakukan karna besarnya cintaku padamu
jika aku harus pergi karna tidak ada harapan dan ini udah keputusan karna aku tahu cinta tidak mungkin bisa dipaksa
jika aku harus melihatmu bersedi karna kebodohanku tidak akan aku maafkan diriku
dan jika senja tiba kemudian ditelan kegelapan malam, tetap dirimu dihatiku.
Aku masih menulis dalam diamku...dalam resahku..dalam galauku..dalam gundahku.... Apakah gerangan jiwaku yang tak mampu melukis sepi yang tak sanggup dalam kesendirian.
Rinduku Pada Pujaan Hati
Kemaren adalah hari yg perna aqu miliki untuk mengenal wagi diantara ribuan bunga yg mekar, hari ini dan esok tak lagi aqu kenali warna dan waginya karna hari ini dan esok bukan diriqu lagi, biarkan senja yg mengukir gelap untk sebuah cerita dalam wagian bunga yg perna ada dalam ingatan biar tak mampu termiliki tapi bangga telah mengenal wanginya, harum sanubarimu akan selalu terukir dalam hati biar senja semakin gelap wagimu tidak hilang ditelan jaman, biarkan aqu banga atas diriqu yg perna memujamu diantara bunga yang ada dan biarkan aqu memuja wangimu diantara bunga yg ada karna dirimu emang patut untk aqu puji
Langkah Semakin Sepi
Dalam sebuah langkah yg tidak perpenghujung kadang membawa mimpi yg tidak bisa ditafsir, melangkah semakin jauh membawa keletihan diambang senjah yg penuh dengan penyesalan kadang hanya ingin diam terpaku dalam harapan tapi hanyut dalam buaian rindu dan bila harus memili aqu akan jujur bila aqu beci karna aqu tak mampu memcintamu.
Terbuang Dalam Sepi
Telah jauh aqu meninggalkan dermaga hatimu
namun dalam perjalanan badai rindu salalu datang menghempas bagai akan menghacurkan biduk harapanqu
ingin qu kembali tapi aqu ragu karna kompas tak mampu lagi menjadi penujuk arah yg bisa qu percaya untk menuntunqu, haya sebuah pesan yang dapat aqu sampaikan melalui camar yang terbang bermain diatas obak bahwa aqu akan kembali kedermaga hatimu, setibanya
qu ingin kepasti dan pengakuan cintmu pada qu biar nanti qu tak berlayar kembali membawa hayalan yg tak pasti dimana angin dan badai tersenyum sombong dengan kegagalanku
namun dalam perjalanan badai rindu salalu datang menghempas bagai akan menghacurkan biduk harapanqu
ingin qu kembali tapi aqu ragu karna kompas tak mampu lagi menjadi penujuk arah yg bisa qu percaya untk menuntunqu, haya sebuah pesan yang dapat aqu sampaikan melalui camar yang terbang bermain diatas obak bahwa aqu akan kembali kedermaga hatimu, setibanya
qu ingin kepasti dan pengakuan cintmu pada qu biar nanti qu tak berlayar kembali membawa hayalan yg tak pasti dimana angin dan badai tersenyum sombong dengan kegagalanku
Renungan Senja
Dalam keheningan malam teringat bayangan senja menghapiri langkahqu yang kesepian di ujung jalan, aqu coba untk mengusir sepi ditengah keramaian kota yang sombong namu tak kuasa hati untk memulai karna iman dihati selalu bergejolak untk tetap berjalan diarah yang lurus, hina tanpa mu dihari2 yang penuh harapan untk menanti datangnya sang bintang untk bercahaya kembali, aqu sadara didalam ruang hati ini masih ada pengharapan yg tak mungkin aqu harapkan walaupun harus aqu tengelam didasar kesedihan yang mendalam, cukup sudah aqu merintis jalan untk menuju hati mu biarkan aqu pergi menjadi sebuah sejarah untk kita kenang dan diceritakan kegenerasi berikutnya.
Sepi di Pengasingan
jangan tanya padakubetapa sunyi hatiku
‘kan kutunggu kembali hadirmudi dalam bilik cintaku …
dan semuapun tahu
betapa rindunya akulebih dari itu…di saat kesadaran menyapaku
betapa aku membutuhkanmu
betapa ku tak ingin kehilanganmukasih, … datanglah padaku
‘kan kutunggu kembali hadirmudi dalam bilik cintaku …
Ihlasku Dalam Rindu
jika mendung itu masih setia padamu
aku akan tetap di sini bersamamu
meski malammu kau simpan sebagai misteri
tapi aku akan tetap di sini
jika nafasmu mulai tersengal oleh pedih
aku akan tetap di sini bersamamu
meski dadamu kokoh tuk menahan pedih
tapi aku akan tetap di sini
jika tubuhmu mulai tergigit dinginnya sepi
aku akan tetap di sini bersamamu
meski jiwamu enggan menerima hatiku
tapi aku akan tetap di sini
jika mentari mulai menghangatkan hatimu
aku akan tetap di sini bersamamu
meski kau beranjak tanpa melihatku
tapi aku bahagia..
semoga Tuhan selalu menjagamu
menguatkan hatimu di setiap keruhmu
dan jika kau kembali dengan air mata
aku akan tetap di sini untukmu
aku akan tetap di sini bersamamu
meski malammu kau simpan sebagai misteri
tapi aku akan tetap di sini
jika nafasmu mulai tersengal oleh pedih
aku akan tetap di sini bersamamu
meski dadamu kokoh tuk menahan pedih
tapi aku akan tetap di sini
jika tubuhmu mulai tergigit dinginnya sepi
aku akan tetap di sini bersamamu
meski jiwamu enggan menerima hatiku
tapi aku akan tetap di sini
jika mentari mulai menghangatkan hatimu
aku akan tetap di sini bersamamu
meski kau beranjak tanpa melihatku
tapi aku bahagia..
semoga Tuhan selalu menjagamu
menguatkan hatimu di setiap keruhmu
dan jika kau kembali dengan air mata
aku akan tetap di sini untukmu
Dalam Sebuah Sepih
Malam ini air mata adalah
Tangisan dan rintih ratap
Goresan luka yang harus nikmati pedihnya
Seirama hujan mengguyur jantung malam kelam
Sebenarnya Aku ingin membuatmu tersenyum
Seperti rembulan di atas telaga
Aku takut melukis senyummu
Karna kutahu, Kau dan Aku akan mecicipi kesunyian dengan kerinduan hampa
Barangkali, genggaman tangan ini lebih berarti
Dari pada kata-kata terakhir sebelum kita berpisah dan…
Isak tangismu lebih Aku sukai dari pada senyum yang kau paksakan
Mungkin ini cukup sebagai bekal di waktu waktu
Masa depan
Sebenarnya Aku takut akan sebuah kesunyian
Dan aku belum yakin kau sanggup menelanya
Karma hatimu hatiku terlalu rapauh untuk bertahan
Tangisan dan rintih ratap
Goresan luka yang harus nikmati pedihnya
Seirama hujan mengguyur jantung malam kelam
Sebenarnya Aku ingin membuatmu tersenyum
Seperti rembulan di atas telaga
Aku takut melukis senyummu
Karna kutahu, Kau dan Aku akan mecicipi kesunyian dengan kerinduan hampa
Barangkali, genggaman tangan ini lebih berarti
Dari pada kata-kata terakhir sebelum kita berpisah dan…
Isak tangismu lebih Aku sukai dari pada senyum yang kau paksakan
Mungkin ini cukup sebagai bekal di waktu waktu
Masa depan
Sebenarnya Aku takut akan sebuah kesunyian
Dan aku belum yakin kau sanggup menelanya
Karma hatimu hatiku terlalu rapauh untuk bertahan
Sang Bidadari
Dalam kerinduan malam ia berbenah
Sebuah rasa teramat sangat terpilah
Antara roda-roda waktu yang berputar
Mengusik diri yang kini telah berujar
Gugusan hari-hari terukir indah
Bangkitkan rindumu dalam peluh
Ingin ku berlari mengejar seribu bayang yang tak pasti
Tak peduli bila padang ilalang menghalangi
Sejuta tangan tersangkut dalam mimpi
Ingin kumaki hari dan hati
Yang terkadang tak bersahabat dengan diri
Tiba-tiba langkahku terhenti
Berujar kata wahai diri
Sang bidadari kini menyepi
Dalam langit dalam hati
Semua kini...
Terkadang kini...
Asa kini...
Hati kini...
Hanya berucap kata
Senandung cinta nan syahdu
Sebuah rasa teramat sangat terpilah
Antara roda-roda waktu yang berputar
Mengusik diri yang kini telah berujar
Gugusan hari-hari terukir indah
Bangkitkan rindumu dalam peluh
Ingin ku berlari mengejar seribu bayang yang tak pasti
Tak peduli bila padang ilalang menghalangi
Sejuta tangan tersangkut dalam mimpi
Ingin kumaki hari dan hati
Yang terkadang tak bersahabat dengan diri
Tiba-tiba langkahku terhenti
Berujar kata wahai diri
Sang bidadari kini menyepi
Dalam langit dalam hati
Semua kini...
Terkadang kini...
Asa kini...
Hati kini...
Hanya berucap kata
Senandung cinta nan syahdu
Buat Bidadari Sepiku
Angin malam mengais kepedihan dalam benak ku
Merobek-robek jiwa ku dengan kesepian
Tiada teman dan lawan
Untuk bersapa bergurau manja
Wahai jiwa yang ada di seberang angin
Apakah engkau mendengar desahan ku
Apakah engkau dapat merasakan kesepian ku
Tiada teman dan lawan
Untuk bersapa bergurau manja
Di sini aku bersama kabut dan kegelapan
Menanti hembusan nafas jiwa mu
Bidadari sepi ku
Menanti mu membelai ku dengan lembut jiwa mu
Memeluk ku dengan aroma cinta mu
Merobek-robek jiwa ku dengan kesepian
Tiada teman dan lawan
Untuk bersapa bergurau manja
Wahai jiwa yang ada di seberang angin
Apakah engkau mendengar desahan ku
Apakah engkau dapat merasakan kesepian ku
Tiada teman dan lawan
Untuk bersapa bergurau manja
Di sini aku bersama kabut dan kegelapan
Menanti hembusan nafas jiwa mu
Bidadari sepi ku
Menanti mu membelai ku dengan lembut jiwa mu
Memeluk ku dengan aroma cinta mu