setiap kali langit basah
kau mengajariku berbenah
dari rindu yang tak selalu tabah
bermukim di rindang tatapanmu
aku terhenyak oleh sendu yang lunak
resah mencabikku dengan runcing penyesalan
tapi sejuk di matamu mendekapku tanpa kegalauan
laut dan gelombang yang menghantamkan badai
terbaring di bawah teduh kerling matamu
kemilau menantangku bergumul dengan kesyahduan
ingin kusumpal luka karena badik yang dihunjamkan cinta
lalu kulepas rindu dari candu waktu
di dermaga segala cahaya
kausuguhkan gemuruh dari rembulan yang berlabuh
untukku yang mulai luluh
karena tatapanmu
aku sirna dari semesta nestapa
Jakarta, 2008 Ahmad Subki