menatapmu…
adalah keberanian ombak menantang matahari
beri aku sepenggal embun yang terakhir dari gerai rambutmu
meski gigil di tubuhku membekukan bait-bait puisi
namun, tetap kurengkuh kelembutan tetesnya yang berdenting
aku tahu di matamu topan bersarang, hasti
meluluhkan cakrawala dengan keganasan airmata
tapi di terik nafasku kusumpal suara gelegar
agar dentumnya singgah dalam gaduh topanmu
menulis puisi untukmu, hasti
adalah gemetar yang tersangkut di ujung daun
Jakarta, Agustus 2007 Ahmad Subki